Minggu, 28 Februari 2016

Ijinkan aku


- mulai beranjak dewasa, pasokan agama semakin menggudang. Semakin menggudang pula pertanyaan tentang pasokan agama yang kuyakini. Aku menyakininya dengan benar. Namun disisi lain, aku membutuhkan contoh yang dapat kutangkap akalku. Walau agama yang kuyakini mengatakkan, tak kkan pernah saampai akalku untuk memahami keyakinan itu. Tapi apa salahnya aku memiliki pertaanyaan itu. Bukan kah itu tanda aku sedang mendalami agama.
-"jangan pernah berfikir seperti itu", kata banyak perkataan kudengar. Namun, aku tak bisa tak berfikir seperti itu. Jangan mellarang. Aku sedih mendengarnya.
Tenang, aku tak kan memperdebatkan hal itu. Aku sadar hal itu diluar akal pikiranku. Namun saatu saja, jangan melarang itu saja. Karna ini hal wajar dalam proses pendalaman ilmu.
Misalnya saja, ketika kita masih SD pasti rasa ingin tahu jauh lebih banyak semakin kita mendalami ilmu. Dan jawaban atas ketidak tahuan itu tidak datang saat masa itu. Di kemudian masa pasti akan terjawab karna akal pikiran kita belum sampai pada tahapnya. Begitu juga dengan memahami agama ku ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar