Rabu, 02 Maret 2016

"Jangan main main dengan rindu, sekali digoda bisa candu"

sudah kesekian kalinya digoda rindu. tetap saja masih candu. - mau ditahan, rindunya membantai. berontak maunya dipertemukan pembuat rindu. dia lebih agresif dari yang kukira. jawabannya kalau jarak yang memualkan itu beberapa kilometer saja, aku angkat kaki saja.

"jangan tanyakan kapan aku pulang, tanyakan padamu kapan aku dihargai"

- sebelum aku pulang, inginku sesekali menghirup aroma menenangkan dari kalbumu. kalau sudah tenang, kita sama- sama menyeduhnya. masalah rasa, kita masih bisa menambahkan rasa sesuai selera .

Senin, 29 Februari 2016

"sebaik baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya"

berarti tak ada manusia yang dimanfaatkan. katanya dia ada kalau butuh aja. kalau udah ga butuh pergi. justru berbahagialah, karna kamu masih brrmanfaat bagi orang lain. berarti kamu termasuk orang terpilih bagi orang lain, orang yang mrmpunyai potensi lebih dibanding yang lain, kamu berguna untuk orang lain. bersyukurlah, masih bermanfaat bagi orang lain.
-"cobalah memahami, letakkanlah hatimu buanglah egomu dalam berfikir"
kalau berfikirmu dimanfaatkan saja, kapan kamu jadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. kalau kamu bilang aku itu baik, tapi baikku jangan dimanfaatkan. itu salah besar, orang baik tidak akan mengungkit kebaikannya. berarti ada kesalahan pada jiwamu, kesalahanmu mengartikan kata baik.

Minggu, 28 Februari 2016

aku sakit hai- bagaimana kalau diam diam aku menyimpan setiap ejaan yang kau eja untukku. setelah itu, ku persembahkan kembali ejaan yang terkumpul itu padamu diwaktu yang tepat.tidak tergesa gesa tidak pula lama. biar kau tahu, ada kesalahan dalam ejaan itu dan sedikitnya kau benahi.

Alasan dilarang gibhah

Inilah alasan mengapa dilarang gibhah.
- saat manusia gibhah, pasti mendengarkan keburukan seseorang.(biasanya).
Kita yang sebernanya tidak tahu menjadi tahu atas dasar omongan orang lain tanpa Kita mengetahuinya secara langsung. Secara sadar, hal itu mendoktrin hal yang tidak benar.

Ijinkan aku


- mulai beranjak dewasa, pasokan agama semakin menggudang. Semakin menggudang pula pertanyaan tentang pasokan agama yang kuyakini. Aku menyakininya dengan benar. Namun disisi lain, aku membutuhkan contoh yang dapat kutangkap akalku. Walau agama yang kuyakini mengatakkan, tak kkan pernah saampai akalku untuk memahami keyakinan itu. Tapi apa salahnya aku memiliki pertaanyaan itu. Bukan kah itu tanda aku sedang mendalami agama.
-"jangan pernah berfikir seperti itu", kata banyak perkataan kudengar. Namun, aku tak bisa tak berfikir seperti itu. Jangan mellarang. Aku sedih mendengarnya.
Tenang, aku tak kan memperdebatkan hal itu. Aku sadar hal itu diluar akal pikiranku. Namun saatu saja, jangan melarang itu saja. Karna ini hal wajar dalam proses pendalaman ilmu.
Misalnya saja, ketika kita masih SD pasti rasa ingin tahu jauh lebih banyak semakin kita mendalami ilmu. Dan jawaban atas ketidak tahuan itu tidak datang saat masa itu. Di kemudian masa pasti akan terjawab karna akal pikiran kita belum sampai pada tahapnya. Begitu juga dengan memahami agama ku ini.

Minggu, 21 Februari 2016

Bangkitkan aku dari ketewasan (1)

Ya Tuhan
- sebelum ku tewaskan diriku sendiri, slalu ku mohon padamu agar kau bangkitkan lagi diantara mereka yang masih tewas. Kau tak mengingkari itu. Disisi lain, setelah terdengar tanda tanda pembangkitan itu dan aku merasakan dan benar benar bangkit, nyawakupun meragukan apa yang seharusnya ku lakukan. Kadang nyawaku berfikir harus melupakannya. Sungguh meremehkanMu, Ya Tuhan.
- sekali dua kali lalu mulai ketagihan.
Lalu sekali menyesali teramat dalam, dua kali menyesali ketiga kali sedikit menyesali dan seterusnya sampai aku benar benar aku kembali menyesali teramat dalam lagi. Teramat yang mengatakan kapan hatiku terenyuh kembali mengingatMu dipertiga malam.
- "jika kau ingin memebenahi dirimu mulailah dengan membenahi sholatmu"-

Selasa, 26 Januari 2016

Berbahagia

-seringnya sebentar
iya, seringnya aku sebentar berbahagia. secepatnya dan sejatuhnya aku merasakan murung lagi. dengan tiba- tiba melenyapkan. padahal yang demikian aku tak suka, menewaskanku setelah menghidupkanku sekejap.
iya, mungkin karna aku terlalu tinggi mengudara dengan gelembung kebahagian. tak tahunya aku sendiri yang mendekati kilat kilat. tersambar sendiri jatuh sejatuhnya.

- berbahagialah secukupnya, bersedihlah secukupnya.

Sesederhana Berkata

manusia terlalu sibuk berkisah. hingga lupa jeda yang seharusnya dihentikan pada lainnya.
itulah arti menghargai.
kalau diperlukan muka dua untuk menghargai, aku setuju. kehidupan palsu itu ternyata dibutuhkan untuk bisa menerima yang lain.
membahagiakan orang lain dengan mengahargainya itu tidak penting. tapi perlu.
kita bersosial, hidup dalam keramaian manusia, kita pula berhati.
-menghargai bukanlah harga mati, tapi menghargai dicatat sampai mati

Sekedar

sekedar menyapa, bolehlah.
sekedar bertukar pikiran, bolehlah.
sekedar berbagi, bolehlah.
dan sekedarnya, seputar itu aku berbaik hati menerima.
jangan meminta lebihnya.

Lepas

bersajak- ketidakmampuanku berdiri sendiri dalam ruang keramaian. tak selaras dengan notasi mereka sehariannya.
sebuah kesalahan meninggalkan dunia itu. karna hidup sebenarnya adalah saat ketidakmampuanku datang.

menjadi pribadi seperti ini pun benar juga, karna mau kemana aku berlepas dari ketidakmampuanku menjadi mampu. ini lah dunia penulis lepas.

Tuhan Maha Tahu


seberapapun ukurannya menutupi kesalahan,
Tuhan Maha Tahu Segalanya.
mau sembunyi-sembunyi atau terang- terangan, Tuhan Maha Tahu.

kalian yang menaruh Tuhan pada hatimu. pasti tahu rasanya. seberapa gelisah kalian ketika menyembunyikan ketidak benaran? hatimu tak dapat direkayasa.

Kedewasaan

kedewasaan- berteman dengan seseorang yang bagimu tak layak kau temani.
itulah kedewasaan, tak memutuskan pertemanan atas dasar ego dan standart- standart yang kau miliki.

Jatuh hati

tlah kujatuhkan hatiku pada sang pemilik hati.
kujatuhkan kedua kalinya padamu, lelaki bertubuh tinggi berhidung panjang, berparas tampan.

kau lelakiku, tak banyak kuumbar rasa ini pada mata melihat, telinga mendengar. hingga detik ini jarang mereka mengganggap kita menjalin kasih.
kuniatkan agar tak banyak celoteh tentang kita, tak banyak fitnah.

kau lelakiku, aku berhati kamu. belum sampai saat ini ku tergelincir dan jatuh pada hati selainmu. begitu juga perihal hatiku pada Tuhan. aku masih meletakkanNya dihatiku. walau ini dinamakan kunenduakanNya. tapi kau hatiku padaNya sedikit terduakan dibanding lelaki lain.

kau lelakiku, terenyuh hatiku mendengar kefasihannu melantunkan ayat suciNya. lelaki mana dijaman sekarang sepertimu.

kau lelakiku, biarkan waktu antara pertemuan kita sampai persuntingan nanti berjalan seperti ini. damai mengalir bahagia tanpa melupakanNya melebihi yang tak diharapkan.

lelakiku, sebelum kau menjadi imamku, jadilah lelaki bertaqwa.