manusia terlalu sibuk berkisah. hingga lupa jeda yang seharusnya dihentikan pada lainnya.
itulah arti menghargai.
kalau diperlukan muka dua untuk menghargai, aku setuju. kehidupan palsu itu ternyata dibutuhkan untuk bisa menerima yang lain.
membahagiakan orang lain dengan mengahargainya itu tidak penting. tapi perlu.
kita bersosial, hidup dalam keramaian manusia, kita pula berhati.
-menghargai bukanlah harga mati, tapi menghargai dicatat sampai mati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar