Tuhan, maafkan aku...
hukum aku jika kau mau
aku layak dipanggil pengecut,
sore itu setelah adzan magrib berkumandang,
kuringankan kaki ini menuju singgahan yang mendamaikan, rumah Tuhanku
seperti biasa aku menjalankan shalat sunnah terlebih dahulu
sembari menunggu shalat magrib dilaksanakan, dzikir dan berdoa tak terlupa
karna aku tahu diantara adzan dan iqomah adalah waktu mustajab
iqomahpun terdengar ditelingaku,
aku merapatkan shaf tapi sedih hati ini melihat orang orang dengan sajadah yang lebar
sebenarnya sajadah iu berguna untuk apa sih??? bukankah sajadah hanya alas saja. sedangkan di masjid sudah terdapati sajadah. kenapa mereka begitu egois?
sajadah hanya sebagai alas saja dan alas bukan untuk pemiliknya.
berbagi itu lebih indah.
merapatkan shaf yag benar adalah merapatkan telapak kaki dan lengan kita dengan yang ada disebelah kita bukan merapatkan sajadahnya. bagaiman kalau sajadahnya lebar tapi orangnya berbadan kecil. itu sangat memakan tempat. setan akan senang melihat kerenggangan kita melalui sajadah itu.
perlu kita tahu.
bagaimana cara setan memperdaya manusia?
kalau sekarang manusia sudah tahu akan kewajiban 5 waktu. namun setan tak berhenti disitu.
setan akan memasuki pikiran pembuat sajadah. ia membisikan untuk memperlebar sajadah agar terdapati kerenggangan dalam shaf shalat kita.
sungguh cerdik sekali.
maka dari itu kita jangan mau ditipu daya oleh setan.
jangan sampai shaf shalat kita renggang ya.....
sajadah bukan acuan dalam merapakan shaf kita, tapi kerapatan shaf ada pada diri kita sendiri.
sajadah hanyalah alas untuk keraguan kita ketika tempat yang kita buat shalat tidak suci. hanya itu saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar